Info Lengkap Tentang Kanker Serviks

Info Lengkap Tentang Kanker Serviks

Bagi setiap wanita tentunya sudah tidak asing lagi dengan kanker yang satu ini yaitu kanker serviks. Kanker serviks merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang menyerang wanita. Kanker serviks merupakan kanker yang terletak pada jalan rahim atau biasa di sebut dengan leher rahim, sedangkan leher rahim sendiri memiliki fungsi untuk jalan masuk dari vagina menuju rahim. Lebih dari 3000 wanita di dunia meninggal di setiap tahunnya karena penyakit kanker yang satu ini. Dan Indonesia  sendiri hampir di setiap harinya selalu menerima 40 hingga 45 kasus baru yang mana 20 diantaranya di pastikan meninggal karena kanker serviks ini, yang memungkinankan jika di setiap bulannya Indonesia kehilangan 600 orang wanita bahkan lebih karena kanker serviks. Oleh sebab itu Indonesia juga tergolong menjadi negara yang memiliki angka kematian tertinggi yang di sebabkan kanker serviks, yang mana kanker satu ini menjadi pembunuh nomer satu wanita di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya lagi tentang jenis kanker yang satu ini berikut ini ada info lengkap tentang kanker serviks, yang bisa membantu anda untuk mengetahui ciri-ciri, gejala, penyebab dan juga cara mengobatinya. berikut ulasannya….

Penyebab kanker serviks

Ada beberapa penyebab mengapa kanker serviks bisa menyerang seorang wanita, yaitu:

  • Sering melakukan hubungan seks dengan banyak orang.
  • Kurang memperhatikan kebersihan vagina.
  • Berhubungan seks pada usia muda.
  • Melahirkan banyak anak.
  • Merokok dan minuman keras.
  • Menggunakan alat kontrasepsi pil KB.

Selain beberpa penyebab di atas ada lagi yang sering-sering di sebut sebegai penyebab utama darai kanker serviks yaitu virus HPV [Human papillpmavirus] HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil pada tangan, kaki, dan juga pada alat kelamin. HPV sangat mudah ditularkan melalui hubungan seks. Pada umumnya ada banyak jenis virus HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi, juga ada sebagian virus HPV yang merusak sel-sel pada leher rahim sehingga memicu terjadinya kanker pada area tersebut.

Dan dari banyaknya jenis virus HPV, ada 2 jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. dimana ke2 jenis virus HPV tersebut yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks banyak wanita. Pada umumnya banyak wanita yang tidak menyadari telah terinfeksi karena virus HPV, semua itua karena semua jenis virus HPV jenis ini tidak memiliki gejala. maka sebab itu memang cukup penting untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker. Ada 2 cara jika Anda tidak ingin terinfeksi virus HPV yaitu

  1. Menggunakan kondom di saat sedang berhubungan seks. Kondom bisa melindungi Anda dari virus HPV saat berhubungan seks, tapi juga  tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi pada leher rahim maupun vagina.
  2. Melakukan suntikan Vaksin untuk mencegah infeksi HPV. Vaksinasi HPV yang saat ini ada adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18 atau vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18. yang semuanya itu merupakan vaksin yang berguna untuk mencegah virus HPV masuk dan juga kanker serviks terjadi pada tubuh wanita.

Gejala dan ciri-ciri

Pada umumnya gejala terjadinya kanker serviks itu semua tergantung dengan stadiumnya. dan berikiut ini ada gejala kanker serviks dari stadium awal hingga stadium lanjut…

Stadium Awal

Pada stadium awal kanker serviks tidak memiliki gejala yang serius, sehingga terkadang oara penderita kanker servks tadium awal ini tidak dapat percaya jika di temukan infeksi pada leher rahim mereka. Jadi,  jika Anda memiliki faktor tinggi terkena kanker serviks, sebaiknya anda memeriksakan diri secara rutin dengan test pap smear atau dengan melakukan screaning lainnya untuk mengetahui perkembangan sel seputar leher rahim dan juga pemeriksaan sel HPV pada leher rahim.

stadium ke 2 dan ke 3

Gejala kanker serviks akan mulai kelihatan pada stadium 2 tau stadium ke 3. dan gejala-gejala tersebut seperti

1. Pendarahan Pada Vagina

Pendarahan vagina yang tidak normal, patut anda curigai, seperti

  • Pendarahan yang terjadi di saat anda tidak pada periode haid.
  • Terjadinya pendarahan pada vagina di saat berhubungan badan
  • Terjadi pendatahan seperti haid setelah masa menepause.
  • Keluarnya keputihan yang bercampur darah.
  • Haid yang keluara pada waktu jauh lebih lama dari pada biasanya.

Jika ada pendarahan seperti beberapa tanda di atas, segeralah mungakin Anda melakukan pemeriksaan atau konsultasi pada dokter kandungan yang anda percayai.

2. Rasa sakit selama berhubungan suami istri

Jika Anda merasa sakit atau merasa tidak biasanya di saat berhubungan suami istri, dan terjadi berulang-ulang kali, sebaiknya Anda segera berkonsultsi oleh doketer spesialis untuk mengetahui apakah rasa sakit tersebut merupakan gejala dari kanker serviks atau tidak? Karena rasa sakit ketika berhubungan merupakan faktor yang paling tinggi dalam menyebabkan kanker serviks.

3. Nyeri di sekitar pinggul

Jika Anda merasa sering merasa nyeri di sekitar panggul jangan pernah anda anggap sepele, bisa jadi itu adalah gejala kanker serviks stadium 2.

Stadium Lanjut

Di saat kanker serviks sudah stadium lanjut, sudah jangan di tanya lagi tentang gejalanya, karena pada umumnya pada kanker serviks stadium lanjut ada banyak gejala yang sudah terlihat sebagai gejala kanker serviks seperti di bawah ini.

  • Sakit Punggung
  • Nyeri tulang atau patah tulang
  • Kelelahan
  • Keluarnya urin atau feses dari vagina
  • Nyeri pada kaki
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri panggul
  • Kaki bengkak
  • Menurunnya berat badan

itulah 8 Ciri-ciri atau gejala yang bisa di raskan ketika kanker serviks sudah masuk dalam stadium lanjut, dimana stadium ini masuk dalam tahap paling berbahaya.

Pemeriksaan atau diagnosis

Sudah saya katakan tadi, bahwa kanker serviks pada stadium awal tidak memiliki gejala yang menonjol, untuk itru jika anda merasa bahwa pada leher rahim Anda ada suatu masalah segeralah melakukan serangkaian tes. Dan berikut ini ada beberapa serangkaian tes yng bisa Anda lakukan untuk mengetahui apakah Anda mengidap kanker serviks atau tidak?

  1. Pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan riwayat medis. para dokter akan memeriksa kondisi fisik anda apakah terkontaminasi dengan virus HPV atau tidak? Dan juga riwayat  tentang kesehatan anda.
  2. Pemeriksaan di area panggul. Di sini tim medis atau perawat akan memasukkan jarinya memlalui vagina untuk mengetahui posisi dan juga bentuk dari uteus dan juga ovarium.
  3. Tes pap smear. Sebuah tes yang paling populer dilakukan para medis di Indonesia. Tes ini berfungsi untuk mengumpulkan sel leher rahim, yang kemudian sel-sel tersebut akan di lihat dengan microskop untuk mengetahui apakah sel tersebut sudah terinfeksi virus HPV atau tidak? bahkan juga untuk mengetahui adanya sel kanker atau tidak?
  4. Tes HPV [Human Papillomavirus] sebeuah tes yang berguna untuk memeriksa DNA atau RNA apakah sudah terkontaminasi dengan virus HPV atau tidak?
  5. Kuretase endoserviks. Sama dengan tes pap dan HPV, sel jaringan di sekitar leher rahim akan diambil dengan cara kuret yang kemudian selanjutnya di tes menggunakan mikroskop untuk memutuskan apakah ada keanehan atau tidak pada leher rahim nda.
  6. Biopsi, sebuah prosedur yang selalu di lakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker. dan pada pemeriksaan kanker serviks ini biopsi digunakan untuk mengambil bagian kecil dari leher rahim sebagai sampel untuk memastikan apakah memang terinfeksi virus HPV atau tidak

Pengobatan

6 tes di atas adalah cara untuk mendeteksi kanker serviks, dan jika memang sudah positif terkena penyakit kanker serviks Anda di sarankan melakukan beberapa pengobatan yaitu

1. Operasi

Operasi di gunakan untuk pengangkatan serviks pada leher rahim, namun jika keadaan lebih lanjut bisa jadi rahim juga akan di angkat.

2. Radioterapi

Pengobatan yang ke 2 adalah radioptrapi, seringkali pengobatan radioterapi ini di lakukan secara bersamaan dengan operasi, dengan metode radioterapi para medis akan tahu letak tumor yang tumbuh secara tepat.

3. Kombinasi radioterapi dan kemoterapi

Jika sudah masuk dalam stadium lanjut kombinasi radioterapi dan juga kemoterapi selalu digunakan untuk pengobatan kanker serviks.

Itulah ke 3 cara pengobatan yang bisa di lakukan untuk mengatasi kanker serviks. Pada umumnya setiap pengobatan yang di lakukan akan memiliki efek samping pada pasien seperti mual, muntah diare hebat bahkan yang paling parah adalah kemandulan dan juga monopouse dini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *